Selasa, 01 Juni 2010

Seminar Nasional "Manajemen Bencana di Indonesia : Perspektif Promosi Kesehatan dan Psikologi"

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap bencana. Namun demikian belum semua komponen bangsa ini memiliki kesadaran akan hal tersebut. Akibatnya sering ada kesenjangan koordinasi, informasi dan kebijakan antar berbagai sektor pada saat bencana. Salah satu hal yang sering dilupakan dalam penanganan bencana adalah masalah psikologi dan kesehatan mental para korban. Selain mengalami luka-luka fisik, korban bencana seringkali mengalami post traumatic stress disorder.
Promosi Kesehatan sebenarnya memegang peranan penting dalam manajemen bencana, apalagi tren manajemen bencana sekarang ini ke arah pemberdayaan masyarakat yang merupakan salah satu strategi promosi kesehatan. Namun masalahnya para ahli promosi kesehatan seringkali mengalami kebingungan : Apa yang harus dikerjakan jika ada bencana? Pada fase apakah seorang ahli promosi kesehatan dapat berperan : pra bencana, saat bencana atau pada fase rehabilitasi?
Untuk itu, S2 Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan akan mengadakan Seminar Nasional "Manajemen Bencana di Indonesia : Perspektif Promosi Kesehatan dan Psikologi" hari Senin, 19 Juli 2010 di Auditorium II Fakultas Kedokteran UGM.

Pembicara yang akan hadir dalam seminar ini berasal dari Belanda, Amerika Serikat dan Ind0nesia. Di bawah ini adalah daftar pembicara yang akan hadir (beberapa masih dalam konfirmasi) :
Keynote Speakers
Dr. Theo K Bouman
Registered Clinical Pyschologist, Head of the Postmaster Health Care Psychologist Training Program, University of Groeningen, Netherland
"Role of Psychology in the International Humanitarian Field and Relating Cross Cultural Aspects"

Dana R Falk, PhD
Clinical Psychologist, University of Puget Sound, Tacoma, Washington, USA
"Post Traumatic Stress Disorder"

Diskusi Panel
Mudjiharto, SKM, MM
Kepala Pusat Penanggulangan Krisis, Departmen Kesehatan RI
"Konsep Manajemen Bencana di Indonesia"

Arshinta
Direktur Yakkum Emergency Unit - CD Bethesda Yogyakarta
"Lesson Learned from Yogya Earthquake : Community Based Disaster Management"

Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si, PhD
Ketua Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK UGM
"Role of Health Promotion in Disaster Management : A Conceptual Framework"

dr. Brian Sriprihastuti, MPH
UNICEF
"Upaya-upaya Promosi Kesehatan dalam Manajemen Bencana"


Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan di No telp 0274 - 551409, fax 0274 - 551410 atau email di ppk_fk_ugm@yahoo.com

Senin, 19 Januari 2009

Komentar Alumni Untuk Prospektus PPK

Dear Alumni PPK,

Setiap tahun kita membuat prospektus mengenai Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan. Kami membutuhkan masukan/saran dari teman-teman alumni terutama mengenai kesan-kesan selama mengikuti pendidikan di Minat PPK. Apakah ilmu yang diperoleh relevan dengan pekerjaan yang dijalankan selama ini? atau ada beberapa hal yang dianggap kurang dan sebaiknya diberikan oleh pengelola minat PPK berkaitan dengan kemajuan dan perkembangan promosi kesehatan saat ini. Masukan dan saran dari rekan-rekan alumni tersebut sangat kami butuhkan untuk kemajuan kita bersama.
Mengenai usulan untuk reuni di daerah, sebenarnya hal yang menarik. Tapi kami usul untuk rekan-rekan alumni yang tertarik untuk menkoordinir acara temu alumni sekaligus dikemas dalam bentuk seminar/workshop dengan topik tentang promosi kesehatan, dengan senang hati pengelola minat PPK akan mendukung.

Terima kasih sebelumnya. Dan ditunggu masukan/sarannya.

Salam,

Trias

Kamis, 16 Oktober 2008

KOMPETENSI AHLI PROMOSI KESEHATAN (Alumni MPPK FK UGM)


Kebutuhan & Determinan
Melakukan needs assessment yang sesuai dan mendemonstrasikan pemahaman tentang determinan kesehatan.
Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • mengidentifikasi dan mengumpulkan data tentang kebutuhan-kebutuhan kesehatan individu/ komunitas/populasi
  • Mengidentifikasi faktor perilaku, lingkungan dan organisasi yang mempengaruhi kesehatan
  • Menentukan prioritas promosi kesehatan dari berbagai alternatif yang memungkinkan

Perencanaan dan Konsultasi

Merencanakan intervensi promosi kesehatan yang sesuai. Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Melibatkan anggota komunitas dan stakeholder dalam perencanaan dan evaluasi program
  • Mengembangkan program-program kesehatan yang logis, berurutan dan berkesinambungan berdasarkan teori dan bukti
  • Merumuskan tujuan-tujuan yang sesuai dan terukur
  • Memilih dan melaksanakan implementasi strategi-strategi yang sesuai (terbaik)

Pemberdayaan Komunitas
Mengimplementasikan strategi yang memberdayakan komunitas untuk melakukan inisiatif promosi kesehatan. Ahli promosi kesehatan harus mampu untuk membantu, mendukung dan membangun kapasitas penyedia layanan dan pekerja sosial untuk mengadopsi metode dan program-program promosi kesehatan

Kebijakan, Advokasi, dan Lingkungan
Menerapkan strategi yang dipusatkan pada kebijakan, perubahan struktural dan lingkungan. Ahli promosi kesehatan harus mampu untuk memahami dan mempertimbangkan prioritas nasional dan propinsi dalam membuat perencanaan promosi kesehatan di tingkat lokal.

Mengembangkan partnership
Mengembangkan dan mengimplementasikan kerja sama untuk kesehatan. Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Menetapkan dan memfasilitasi kerja sama komunitas di dalam dan di luar sektor kesehatan
  • Menetapkan kerja sama yang sesuai dan memfasilitasi kerjasama yang terbentuk
  • Berkolaborasi secara efektif dengan komunitas, organisasi sektor-sektor lain untuk mengidentifikasi komponen kunci dari kebijakan yang efektif untuk mempromosikan kesehatan
  • Berkolaborasi dengan profesional dan organisasi lainnya

Komunikasi
Berkomunikasi secara efektif dengan profesional lain dan klien. Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Menulis laporan
  • Menulis dengan sasaran masyarakat luas
  • Berkomunikasi secara verbal dan mendengarkan secara reflektif
  • Menyajikan data dan berkomunikasi dengan masyarakat sasaran dengan mempertimbangkan budaya dan karakteristik sasaran
  • Mampu menyampaikan jargon promosi kesehatan kepada masyarakat sasaran dengan menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat sasaran
  • Menerapkan keterampilan interpersonal (negosiasi, kerja sama tim, motivasi, resolusi konflik, pembuatan keputusan, dan keterampilan pemecahan masalah)

Pengetahuan

Mendemonstrasikan pengetahuan yang sesuai untuk melakukan promosi kesehatan. Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Mempertimbangkan dan menerapkan teori pada perencanaan, implementasi dan riset promosi kesehatan
  • Mendemonstrasikan pengetahuan sistem kesehatan dan sistem yang lebih luas yang berdampak pada kesehatan
  • Mendemonstrasikan dan menerapkan capacity building dibidang kesehatan dan sektor-sektor lainnya yang terkait
  • Mengikuti perkembangan promosi kesehatan baik pada level local, nasional maupun internasional

Organisasi dan Manajemen

Mengorganisir dan mengelola intervensi promosi kesehatan. Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Mendemonstrasikan kualitas interpersonal (kreativitas, sensitivitas, insiatif, fleksibilitas, kerja sama dan integritas profesional)
  • Bekerja sebagai bagian dari sebuah tim

Evaluasi dan Riset

Mengevaluasi promosi kesehatan. Seorang ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Memilih instrumen evaluasi
  • Memantau program dan menyesuaikan tujuan
  • Mengkomunikasikan penemuan-penemuan dalam evaluasi

Penggunaan Teknologi

Mendemonstrasikan aplikasi teknologi yang sesuai. Ahli promosi kesehatan harus mampu untuk :
  • Mengoperasikan PC, word processing, internet dan sebagainya.
  • Membuat materi presentasi tertulis/grafis melalui PC
  • Menggunakan internet sebagai perangkat kerja

Selasa, 26 Agustus 2008

if "chimps" can quit so can you


A chimpanzee in a northwest China zoo has quit smoking after 16 years with the help of her keepers, official media reported.

The staff, worried about her declining health, weaned 27-year-old "Ai Ai" off tobacco by distracting her with entertainment and a tastier diet, Xinhua news agency said...

"In the first few days, she squealed for cigarettes every now and then, but as her life became more colourful she gradually forgot about them altogether." [said one zoo keeper]...

Living in a safari park in Shaanxi province, she had taken up smoking in 1989 shortly after her mate died, it said. Then she had become a chain smoker after her second mate died in 1997 and her daughter was moved to another zoo.